Saga Of Tanya The Evil Volume 1 Chapter 1 Part 1 (Re-Translated)

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Di Atas Langit Norden (Part 1)

Bulan Juni, Tahun 1923, Garis Patroli Ketiga, Gedung Teater Norden, Distrik Militer Wilayah Utara

Mengapa aku berada di sini, di dalam peperangan? Diriku yang sadar ini, menerima identitasnya sebagai Letnan Kedua Divisi Sihir, Tanya Degurechaff, mempertanyakannya lagi sembari meraih sebuah orb dengan tangan yang kecil ini, menggeletakkan senapan serbu yang telah menjadi sebuah tanda kebesaranku di atas tanah, lalu terbang mengangkasa.

Mengapa semua berakhir seperti ini?

“Peri 08 melapor ke Pusat Kontrol Norden. Ulangi, Peri 08 melapor ke Pusat Kontrol Norden. Dimengerti.”

Sebuah titik kecil nampak mencolok di atas langit Norden yang kelabu. Titik kecil ini yang membaur dengan awan di sekitarnya tak lain adalah perwira angkatan udara divisi sihir Kerajaan yang gagah. Berkat perputaran roda nasib yang mengenaskan, jika aku bercermin, aku merasa diriku terkutuk melihat seorang gadis kecil yang ikut terjun ke medan perang. Seragam militer dan orb pemindai adalah bukti bahwa aku adalah tentara. Melalui berbagai perhitungan yang rumit, orb yang aku bawa ini mampu mengontrol fenomena supernatural yang dikenal sebagai “formula”, yang memungkinkan seorang penyihir untuk memanipulasi kondisi dunia sesuai keinginannya. Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, berkat kerja sama antara sains dan sihir, buah penelitian di bidang sihir ini telah banyak menyelesaikan persoalan numerik di dunia ini.

Misiku adalah sebagai observer artileri dari wilayah udara yang telah ditentukan sambil menjaga kecepatan mengudara yang stabil pada ketinggian 6000 kaki.

meionovel.com

“Peri 08, Pusat Kontrol Norden menjawab. Kami mendengar dengan jelas. Anda terpantau dengan baik.”

Ngomong-ngomong soal misi yang mudah. Misi ini hanyalah misi bantuan udara di wilayah perbatasan antara Kerajaan dan Aliansi Entente. Namun penyihir pemantau yang siap siaga ini, yang menjaga formula terbangnya dengan orb pemindai di lehernya, terlihat begitu kecil.

Dan aku ini sungguh kecil. Ukuran tubuhku ini membuat orang terheran, apakah usiaku sudah mencapai dua digit atau belum. Ditambah lagi, aku sangat langsing dan pendek, bahkan untuk ukuran perempuan. Membandingkan tingginya Tanya dengan tubuh idealku di kehidupan yang sebelumnya sunguh membuatku malu. Merasakan sendiri bahwa leher Tanya ini terlalu kecil untuk mengenakan mic headset angkatan udara dengan baik saja sudah membuat malu.

“Peri 08, roger. Saya telah mencapai titik misi. Suara Anda terdengar jelas.” Kataku. Aku sudah muak dengan suara yang keluar dari mulutku ini, nada suaranya yang melengking ini masih membuatku merasa dihantui sesuatu. Entah sudah betapa seringnya aku mendengar suaraku sendiri, aku masih tetap tidak tahan. Tiap kali mulutku tak mampu mengikuti jalannya pikiranku hingga membuat lidahku nyaris tergigit ataupun tergagap, aku sungguh merasa malu.

“Pusat Kontrol Norden, roger. Lanjutkan misi yang ada.”

Tentu saja, kekuatan militer macam ini terasa sungguh berbeda karena mereka mau menerima gadis kecil macam ini tanpa keraguan sama sekali bahkan setelah mereka mendengar sendiri ucapannya yang masih cadel. Mungkin hanya karena alasan pragmatis, badan militer membuat kebijakan bahwa keahlian seseorang di bidang sihir saja sudah cukup sebagai syarat untuk bergabung, terutama bagi para penyihir di angkatan udara yang lebih fokus pada pertarungan udara. Di dalam Kerajaan, yang pada akhirnya membuat sebuah keputusan logisnya, batasan umur bagi seorang penyihir sudah menjadi hal yang kuno. Itulah mengapa angkatan perang kami tidak mempermasalahkan bila harus menugaskan seseorang yang sangat muda layaknya seorang anak ingusan, namun hanya sebagai observer artileri.

“Peri 08, roger. Area aman. Ulangi, area aman.”

“Pusat Kontrol Norden, roger. Pasukan batalion infanteri menuju posisi anda. Kode, Goliat 07. Kecuali jika ada perintah baru dari pusat, lanjutkan tugas observasi sampai area diamankan. Hubungan ditutup.”

Tuntutan geopolitik Kerajaan memainkan peranan penting dalam usaha mendapatkan sumber daya manusia macam ini. Terkepung oleh negara-negara berkuasa karena alasan historis, kerajaan ini harus selalu bersiap menghadapi ancaman musuh yang mungkin terjadi dari segala penjuru. Kebutuhan untuk mengamankan kekuatan militer yang dibutuhkan untuk menjaga kemanan wilayahnya yang besar adalah isu yang terus-menerus terjadi. Untuk mengatasi masalah ini, usaha gila-gilaan para panglima sudah sampai pada taraf mereka akan menghalalkan segala cara yang mungkin mereka lakukan.

“Peri 08, di sini Korps Batalion Artileri Provinsi, kode Goliat 07. Bagaimana laporannya?

Dalam kasus seperti ini, pihak militer sepertinya tidak berpikir banyak ketika melepaskan seorang gadis kecil ke luar wilayah perbatasan untuk patroli udara jika itu berguna bagi mereka. Saat ini aku benar-benar seorang tentara anak-anak.

“Goliat 07, di sini Peri 08. Saya mendengar dengan jelas. Saya telah mengkonfirmasi pasukan infanteri musuh yang sedang bergerak maju. Mengirim data. Selesai.” Aku bertaruh, pemandangan seorang gadis kecil yang terbang di langit, dengan suaranya yang imut mengeja kata-kata perintah, sungguh terlihat surreal. Coba pikir, pasukan tentara sudah selayaknya berisi tentara yang dewasa. Itu sudah jadi pengetahuan umum.

Namun sungguh itu tadi bukan gangguan suara dalam sinyal – mendengar suara perempuan dan anak-anak melalui headset sudah menjadi hal yang biasa di antara para penyihir. Pasukan militer kami memiliki banyak pengecualian dalam hampir semua hal. Terlebih lagi, hari-hari melelahkan dalam dinas militer sebelum-sebelumnya membuat orang-orang yang ahli sekalipun kelelahan, sehingga semua rasa tak nyaman ketika menugaskan seorang gadis kecil untuk terjun ke medan perang sudah lama sirna.

“Goliat 07, roger… bagian utama mulai mengkalibrasi tembakan.”

Itulah mengapa penyihir angkatan udara seperti Letnan Dua Tanya Degurechaff ditugaskan sebagai observer artileri selama peperangan di perbatasan utara Norden. Ia dengan tenang dan penuh perhitungan mengirimkan laporannya secara rutin via radio yang ada di punggungnya yang hampir sebesar badannya. Namun sebenarnya, bukan berarti aku tidak mempertanyakan ataupun meragukan mengapa aku saat ini terbang di sini.

“Ledakan terkonfirmasi… Terlihat nyaris mengenai sasaran. Terlihat hasil tembakan berada dalam margin error 10 meter. Konfirmasi tembakan.”

“Goliat 07, roger. Laksanakan misi penembakan sekarang.”

Sementara mata biruku mengamati dengan cermat apa yang terjadi di bawah, aku tak bisa mengelak kalau mata ini menyimpan tatapan frustasi. Mengapa aku terlahir kembali di dunia ini, terlahir dengan gender yang berbeda, dan sekarang terjebak dalam peperangan?

Yang paling mengganggu adalah perubahan fisik. Tubuh anak kecil sungguh tidak nyaman. Pertama-tama, meski perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki, perbedaan ukurannya tetaplah terlalu besar untuk melakukan gerakan-gerakan yang dulu aku banggakan dengan kekuatan yang sama. Terlebih, aku sudah banyak merasakan bagaimana rasanya menjadi anak kecil tak berdaya dalam berbagai kesempatan sejak aku bergabung dalam pasukan militer.

Aku tak bisa memegang senapan. Senapan-senapan itu terlalu besar bagi tubuhku yang kecil. Pada akhirnya, aku tidak bisa membidik dengan baik, dan hentakan dari tembakan senapan itu akan melukai bahuku. Ketika saatnya berlatih, rekan-rekanku hanya bisa menatap kasihan saat ia memberiku senapan.

Sampai akhirnya aku mampu melihat dunia sebagai vektor 3 angka dengan orb pemindai dan mulai memahami cara memanipulasi alam melalui angka-angka formula sihir. Aku harus merangkak dengan perutku karena tangan dan kakiku tak mau mengikuti perintahku. Karena ilmu sihir menggunakan otak, bukan otot, ilmu sihir itulah satu-satunya bidang yang mampu aku kuasai, meski sedikit. Batasan tubuh ini tidak akan menjadi masalah, dan aku dapat terbang melintasi langit selama aku terus memanipulasi alam dengan formula-formulaku.

Mungkin aku sudah mampu mengatasi keraguanku yang aku miliki tentang sihir sebagai sebuah alat. Akan tetapi, mengapa aku harus menggunakan sebuah alat hanya karena aku memang sangat memerlukannya?

Oh, aku paham. Sungguh hal yang penting kalau kami bisa menggunakan rudal ICBM (rudal balistik antar benua) dalam saat-saat genting. Itulah mengapa penting untuk mencermati segala hal tentang perawatannya, perlatannya, dan pengoperasiannya. Kalau begitu, apakah ada alasan mengapa kita harus menggunakan ICBM pada awal mulanya? Dengan maksud yang sama, rumor tentang hubungan yang semakin memanas dengan negara tetangga bukanlah kabar yang baru.

Pihak Kerajaan dan Aliansi Etente sudah sangat lama berjuang keras untuk mengatasi konflik kecill di daerah perbatasan. Namun setidaknya, di dalam arena politik internasional tidak ada perseteruan yang berarti dari kedua belah pihak.

Masalah yang ada tidak banyak diketahui karena pihak Kerajaan adalah sebuah kekuatan adidaya yang luar biasa. Sejauh keterlibatan Tanya, hal itu adalah perkara ringan, dibandingkan dengan bagaimana negara-negara yang mengitari Uni Soviet secara idependen menghindari perseteruan di daerah perbatasan dengan Uni Soviet.

… Oke, itu dulu. Satu-satunya hal yang sangat disayangkan saat mendiskusikan kekuatan Kerajaan adalah harus selalu menggunakan kata “dulu”.

Banyak insiden telah terjadi di segala penjuru perbatasan secara terpisah. Sudah terjadi banyak tembakan “tidak sengaja” dari kedua belah pihak, yang berujung pada adu senjata karena kesalah pahaman. Insiden-insiden semacam itu diselesaikan pada level komandan perwira lokal yang ada di lapangan, namun tak bisa dipungkiri ketegangan terus memuncak.

Dalam kemungkinan yang wajar terjadi, jika Kerajaan memasuki keadaan “semi perang” saat ini juga, posisi Tanya akan ditarik mundur menjadi eselon garis belakang dan berperan sebagai support. Lagi pula, surat perintah kepada perwira Tanya Degurechaff hanyalah sebagai kadet yang masuk akademi militer sampai kekacauan terjadi. Kadet baru hanya akan menjadi penghalang di garda depan, jadi sudah menjadi hal yang wajar baginya kalau ditugaskan di bagian belakang, seperti Teknisi Senjata atau Komando Logistik, ketika Kerajaan mulai membuat persiapan untuk mengantisipasi terjadinya perang.

Namun meskipun dalam keadaan konflik dunia yang tak mengenakkan, pandangan Tanya yang superior memandang bahwa ini semua hanyalah sebuah upaya diplomasi yang berbahaya. Karenanya, ia kini terjebak harus menyelesaikan pelatihannya di tengah medan pertempuran. Patroli udara yang kini ia jalani dengan pasukan militer hanyalah sebagai sebuah tambahan pelatihan dalam pendidikan akademi militer yang ia jalani. Kehilangan kesempatannya untuk mundur ke garis belakang, Tanya secara resmi diangkat sebagai letnan dua dan diterjunkan langsung setelah latihan dasarnya selesai. Ia juga diberi kode nama Peri 08. Sudah jelas, orang-orang dapat membandingkan dirinya dengan peri. Dari penampilan fisiknya saja, ia adalah anak yang mungil – sangat mungil – seorang anak yang sangat muda. Terlebih lagi, ia memiliki mata biru yang nampak mencerminkan tekat yang kuat dan rambut pirang pendek yang diikat agar mudah ditata. Dan melihat kulitnya yang putih bersih, kode nama yang diberikan kepadanya memang terlihat cocok.

Masalah mulai muncul ketika Tanya secara resmi ditugaskan ke posisi barunya di wilayah perbatasan bersama pasukan lainnya. Unit administratif terdiri dari orang-orang lulusan sekolah keperwiraan sihir serta beberapa orang pindahan. Sebagai orang baru, Tanya terpaksa menerima tugas untuk berjaga selama 48 jam penuh. Melihat bahwa ini adalah sebuah tradisi untuk melatih kapasitas seseorang dalam bertahan dan menjaga kewaspadaan, Tanya dengan berat hati mempersiapkan diri dan terjun ke medan tugas 24 jam yang lalu.

Kemudian, sinyal bahaya datang dari pos-pos pertahanan yang tersebar di berbagai titik perbatasan dengan waktu yang sungguh sempurna ini tentunya membuat setan-setan tersenyum. Kelihatannya itu adalah tanda-tanda Aliansi Entente yang sedang merencanakan operasi lintas batas dalam skala besar.

Arah kebijakan Aliansi Entente yang baru sudah menjadi pusat perhatian akhir-akhir ini. Penyusunan ulang jajaran menteri eksekutif, menyebabkan perubahan administratif, dan meningkatnya semangat nasionalisme memerlukan perubahan doktrin yang dramatis. Sejujurnya, operasi pihak Aliansi Entente dilaksanakan dengan perencanaan yang begitu kacau balau yang membuat tidak hanya Tanya saja namun juga semua orang dalam pasukan militer Kerajaan terheran-heran, Mengapa harus sekarang? Sebelum mereka sempat mengetahuinya, pihak Aliansi Entente sekarang sedang menyebarkan pemberitahuan yang menuntut pasukan kerajaan untuk mundur – sebuah deklarasi perang.

Dengan kata lain, Aliansi Entente telah menuntut: pasukan Kerajaan harus mundur dari wilayah kerajaan kami dalam waktu 24 jam. Mungkin seorang perwira rendahan tak akan mampu memahami alasan Aliansi Entente, kecuali mungkin anggapan bahwa Kerajaan akan menghindari pengerahan kekuatan militer secara penuh karena konflik regional benar-benar sensitif secara politik.

Jika Aliansi Entente tak mampu menerima kenyataan, mungkin nama mereka akan tercatat dalam sejarah untuk berbagai keputusan buruk yang mereka buat. Apa mereka ini bodoh? Begitulah orang-orang terheran-heran. Mungkinkah mereka sedang merencanakan suatu rencana besar yang akan mengantar mereka merebut kemenangan?

Meski tak mampu memahami apa sebenarnya tujuan Aliansi Entente, pihak Kerajaan tetap saja menjalankan birokrasinya yang rapi beserta pengaturan militernya sesuai protokol. Mereka menjalankannya sesuai pedoman dan membuat perencanaan untuk mematahkan serangan musuh. Sebagai sebuah roda bagi bangsanya, Tanya tak punya pilihan lagi selain ditempatkan dalam tugas yang sepadan dengan gajinya. Harus diakui, saat ini ia optimistis akan prediksinya bahwa ini semuanya pasti demi propaganda internal.

Lagi pula, tidak mungkin Federasi terdekat menginginkan dua negara yang bertetangga bertempur di sebelah gerbang negara mereka. Semuanya mengharapkan hal ini untuk menjaga Aliansi Entente tetap terkontrol, entah melalui mediasi ataupun intimidasi. Ditambah lagi, Republik dan Persemakmuran ikut menyokong Aliansi Entente. Pastinya mereka akan berusaha mengerem usaha bunuh dirinya dengan ketakutan bahwa segala bantuan yang telah mereka berikan akan terbuang sia-sia. Ya, mayoritas perwira dan tentara yakin akan ramalan ini. Bagaimanapun juga orang-orang di dalam militer adalah orang-orang yang realistis.

Tanpa peru dijelaskan lagi, Aliansi Entente tidak punya kesempatan jika bertarung berhadap-hadapan dengan Kerajaan. Semua orang yakin satu atau dua negara akan menyela dan tampil sebagai penengah, dan kemudian para politisi dan diplomat dari kedua negara yang bertingkai akan berusaha meluruskan permasalahan ini.

Namun skenario yang tak terbayangkan bagi semua orang – kecuali bagi Aliansi Entente, mungkin – menjadi kenyataan dan membuat semua umat manusia pada hari ini, pada zaman ini, terheran-heran.

“Lucuti senjata kalian dan menyerahlah di hadapan tentara Aliansi Entente atau pergilah secepatnya.”

Dilihat dari akal sehat, tuntutan Aliansi Entente hanya dapat dideskripsikan dengan kata “mengejutkan”; namun meski demikian, Kerajaan terus memonitor situasi yang terjadi. Sulit dipercaya. Sementara ada banyak laporan bahwa Aliansi Entente telah melewati perbatasan tidaklah mengejutkan, sulit dipercaya bagi pihak Kerajaan bahwa hal semacam itu bisa lewat begitu saja.

Tindakan Aliansi Etente tersebut terkesan begitu gila sampai-sampai Lergen, seorang perwira dalam jajaran para Jenderal Militer Kerajaan, menyatakan kecurigaannya: “… Kita begitu kesulitan menangkap apa yang sebenarnya Aliansi Entente inginkan. Saya menduga ada keterlibatan pemimpin militer kita sendiri di balik ini semua.”

Terlepas dari semua keraguan yang ada, jajaran militer kerajaan yang pragmatis dengan kepala dingin segera merespon usaha Alianse Entente yang akan melanggar perbatasan. Meskipun ada keraguan dan kebingungan akan apa yang sebenarnya Aliansi Entente rencanakan, ketika muncul tanda-tanda akan munculnya konflik, para perwira langsung mulai mengumpulkan suplai amunisi sebagai persiapan. Seluruh divisi Pasukan Tempur Utama Kerajaan yang menjadi inti kekuatan militer Kerajaan dikerahkan melalui jalur kereta api dari pusat. Tentara Kerajaan begitu efisien dalam menjalankan operasinya sampai-sampai tidak ada insiden yang terjadi. Bahkan, semua berjalan begitu lancarnya sampai bisa disebut “kemenangan organisasi internal”.

Namun meskipun Kerajaan sudah mengerahkan suplai yang sangat memadai dan bahkan sampai menerjunkan pasukan dari pusat, pandangan skeptis terus muncul dan mengganggu. Benarkah? Mereka (Aliansi Entente) tak akan mungkin melakukannya!

Kerajaan dikenal akan persenjataannya yang canggih, bahkan di antara negara-negara superpower. Dalam suasana damai, Kerajaan akan menerjunkan korps-korps ke daerah perbatasan sebagai patroli rutin. Korps tambahan juga dikumpulkan untuk memenuhi pasukan cadangan minimum sebagai antisipasi, termasuk unit di mana Tanya berada. Dengan informasi akan peperangan yang sudah terkumpul, Kerajaan bahkan mengirimkan undangan pers kepada media massa dari negara-negara lain. Jadi seperti biasa, semua persiapan militer telah disiapkan, namun kata “biasa” itulah yang membuat orang bertanya-tanya, “Apakah Aliansi Entente akan sungguh-sungguh menyerang?”

Tanya tak pernah membayangkan Aliansi Entente akan melancarkan serangan serbuan mereka yang inferior masuk kedalam wilayah negara yang superpower, tepat di hadapan media.

Namun nyatanya kenyataan lebih aneh dari cerita fiksi. Tanya biasanya menemukan akhir cerita yang mengejutkan. Kalau saja ia bisa bicara dengan bebas, ia mungkin akan menceritakannya sebagai kisah orang yang selama ini ingin mati kini benar-benar melakukan tindakan bunuh diri.

“Perang terjadi! Semuanya, saya ulangi, perang terjadi! Sebuah perang sungguh terjadi! Kerajaan sudah menyatakan perang dengan Aliansi Entente Regadonia karena melanggar perbatasan! Beberapa saat yang lalu, Pasukan Aliansi Entente telah melanggar perbatasan di berbagai lokasi! Tentara Kerajaan telah dikerahkan menuju perbatasan satu demi satu untuk membalas! Kita telah menerima laporan bahwa pertempuran sudah terjadi di beberapa area!”

Namun tak bisa dipungkiri bahwa bala bantuan segera datang membantu. Pada saat yang bersamaan, wartawan perang menyiarkan kabar terkini soal peperangan yang terjadi ke seluruh penjuru dunia.

… Tentunya Kerajaan sungguh percaya diri akan menang dalam pertunjukan yang luar biasa ini. Dengan kekayaan nasional yang melimpah, teknologi yang maju, dan persenjataan yang canggih, sudah tentu Kerajaan akan segera memastikan kemenangannya.

Dengan para jurnalis yang meliput perkembangan perbatasan hingga pendeklarasian perang, itu artinya para jenderal merasa cukup longgar untuk membicarakan soal publikasi; sambil menyebarkan propaganda, pihak Kerajaan juga tidak ingin memperkeruh kondisi politik internasional yang ada. Terlebih lagi, Aliansi Entente lah yang melanggar perbatasan lebih dulu. Dan dengan mengakui media, mereka pada dasarnya mengatakan bahwa ini adalah peperangan yang akan mereka menangkan. Bahkan di dalam dunia alternatif ini, para pemimpin dunia yang memperbolehkan para jurnalis untuk meliput pihak yang kalah perang dengan bebas hanyalah cerita dongeng. Kenyataan bahwa para pejabat Kerajaan tak perlu mennyembunyikan apa pun, atau setidaknya hanya sedikit, membuktikan bahwa semuanya berjalan dengan sangat lancar.

Semua ini membuat Tanya merasa lebih tenang. Sejujurnya, ketika ia pertama kali mendengar bahwa ia akan dikirim ke wilayah utara untuk latihan lapangan, ia ingin berkata “Semoga kau membusuk di neraka!” kepada staff militer yang berencana memperkerjakan seorang gadis kecil ke wilayah perbatasan. Ia ingin mengutuk Makhluk X yang memperbolehkan orang-orang baik mengacaukan banyak hal di dunia macam ini.

Namun Tanya tidak bermasalah dengan kesempatan naik pangkat yang diberikan oleh Kerajaan dalam konflik tak imbang seperti Perang Teluk ini. Perang ini sudah pasti dimenangkan, dan para tentara adalah pemenangnya. Tugasnya hanyalah melaporkan pergerakan musuh dari jarak aman di langit lalu mendapat kenaikan pangkat. Meskipun sungguh tak terduga, ini semua bukanlah kesepakatan yang buruk. Kenyataannya, ini semua lebih baik dari “tidak buruk” – kesempatan yang Tanya dapat ibarat satu banding sejuta kemungkinan yang terjadi. Misi patroli perbatasan adalah misi yang sederhana namun berbahaya, dan bahkan jika engkau mendapat hasil yang baik, ada kecenderungan para jenderal akan menganggap semua prestasimu tidak ada artinya berkat “kebijakan politik” yang bodoh. Akibatnya, tugas patroli di wilayah Norden yang rawan konflik mendapat reputasi di kalangan tentara Kerajaan sebagai misi “rugi banyak, hasil nol”.

Bukan hal yang mudah untuk mengumpulkan penghargaan di dunia ini, dan yang membuatnya semakin tak menguntungkan, suka tidak suka, Tanya Degurechaff memiliki fisik seorang gadis mungil berkulit pucat, bermata biru, dan berambut pirang. Terlebih lagi, cukup melihat sekilas saja rekam jejaknya sudah mampu meyakinkan orang bahwa ia adalah seorang lulusan akademi berprestasi yang mampu menjadi calon anggota penyihir elit. Jika ia ditunjuk dalam suatu penugasan dan gagal, pasti akan muncul desas-desus kurang mengenakkan bahwa pasukan militer telah berusaha meruntuhkan masa depan gemilang seorang gadis muda. Akan tetapi, sisihkan semua pencapaian itu dan coba kita nilai dirinya hanya berdasarkan penampilan luarnya, bahkan Tanya sendiri merasa ragu dengan wajahnya yang polos bagai boneka. Kalau saja aku bukan seorang Tanya, aku tidak akan ambil pusing soal penampilan dan hanya fokus pada panggilan tugas.

Penilaian subjektif ini sudah menjadi permasalahan yang konsisten muncul sejak ia masuk ke dalam pasukan militer Kerajaan. Sebelumnya, Tanya tidak memiliki reputasi buruk di antara kalangan instruktur, namun kemampuannya membuktikan dirinya layak untuk digaji setimpal belum mampu menghapus gosip tentang “si gadis penyihir kecil”. Satu-satunya cara mengatasinya hanyalah mencapai prestasi yang jauh lebih tinggi lagi, namun entah bagaimanapun ia menginginkannya, ia tidak pernah mendapat kesempatan yang baik – hingga tiba kini saatnya.

Dengan kata lain, meskipun Tanya adalah seorang penyihir, tidak ada orang yang menganggapnya. Ia selalu dianggap sebagai anak kecil yang mengganggu. Bahkan, orang-orang menganggapnya sebagai orang cacat. Sungguh suatu penghinaan bagaimana orang-orang tidak pernah menghargai karirnya. Ironisnya, pihak Kerajaan nyatanya memberikannya tugas dalam pertempuran aktif di mana pasukan Kerajaan dapat dengan mudah menguasai pertempuran – sebuah keberuntungan tak terduga dalam pertempuran pertamanya.

Kelihatannya peperangan akan terus berjalan dalam kondisi yang menguntungkan. Jika Tanya ingin tetap bertahan, ia perlu menggunakan kesempatan itu untuk mendapat status dan pengaruh. Aku juga ingin ia mendapatkan beberapa koneksi. Untuk itu, wajib baginya untuk menjalankan perannya dengan baik serta mengumpulkan pujian dan penghormatan.

Berpikir sedemikian jauhnya, Tanya tanpa sadar tersenyum sembari meninjau kembali situasinya. Ternyata, ini semua tidak buruk juga.

“Sebenarnya, bukankah ini akan berdampak luar biasa bagi karirku. . . ? Aku harus menangani ini sebagai sebuah kesempatan yang manis.” Tidak ada orang yang mendengar bisikan egosentrisnya itu. Bahkan jika ada seseorang yang terbang di dekatnya, suara gemuruh dari tembakan meriam artileri Kerajaan di bawah pastinya menenggelamkan suaranya yang lirih, belum lagi ledakan dari bom-bom yang berjatuhan. Jika aku menganggap semua keributan ini sebagai pemandangan VIP Fuji Firepower Review hanya saja dengan beberapa gemuruh artileri, ini semua tidak terlalu buruk.

“Peri 08, di sini Goliat 07. Meminta hasil tembakan.”

“Goliat 07, di sini Peri 08. Tepat sasaran mengenai target. Ulangi, tepat sasaran mengenai target.”

Pekerjaan Tanya sederhana. Ia hanya perlu dengan tenang memantau dan melapor kepada pasukan meriam artileri. Terbang kesana-kemari dengan satu tas besar berisi radio sambil menjaga formula untuk terbang bukanlah perkara mudah, namun orb pemindai milik Tentara Kerajaan membuatnya lebih mudah. Karena wilayah Utara adalah daerah rawan konflik, banyak pasukan yang tersebar di wilayah Utara adalah pindahan sementara dari Komando Pusat. Di atas kertas, Tanya hanyalah pinjaman dari Pusat setelah ia menyelesaikan program latihan lapangannya.

Jika ia menjalankan misinya sepenuh hati, ia akhirnya tentu akan dapat kembali ke Pusat. Sebuah posisi di eselon belakang bukan lagi sekadar khayalan. Sekalinya ia terpilih sebagai perwira penyihir di eselon belakang, besar kemungkinan Tanya akan menghabiskan sisa waktu perang untuk menjaga ibu kota. Tergantung dari bagaimana ia menjalankannya, para jenderal bisa jadi akan memberikannya tiket emas menuju karir yang menjanjikan di masa mendatang.

Tanya pada awal mulanya merasa kecewa saat ia tahu ia ditugaskan ke wilayah Utara yang membosankan namun penuh bahaya, namun itu semua ternyata ingin membuktikan bahwa semua hal dapat menjadi berkah tersembunyi. Mungkin agak terlambat, namun sepertinya aku perlu mengirim surat terimakasih kepada para instrukturku dengan laporan kondisi terbaruku sesegera mungkin. Aku harus membangun koneksiku.

Aku sudah dapat melihat masa depan yang gemilang. Bahkan di tengah peperangan, Tanya terlihat begitu bersemangat ketika ia melihat meriam artileri di medan perang.

“Peri 08 ke Pusat Kontrol Norden. Harap menjawab.”

“Di sini Pusat Kontrol Norden. Suara terdengar jelas.”

Ledakan bom meriam di bawah menyikat habis pasukan infanteri Aliansi Entente yang berusaha memasuki batas nasional Kerajaan. Tak peduli betapa berundaknya daerah pegunungan Norden, sekalinya meriam artileri terpasang, semua pasukan yang maju menuju daerah perbatasan hanya akan menjadi santapan meriam. Apalagi jika mereka berada di wilayah yang terbuka luas.

“Peri 08, roger. Musuh saat ini berada dalam tekanan. Saya yakin kita telah melumpuhkan mereka. Pasukan infantri musuh kini tercerai berai.”

Sambil menjaga jarak yang sesuai, meriam artileri kerajaan yang canggih membombardir para pasukan yang maju di bawah arahan seorang observer yang telah mengkalkulasikan data balistik sebelumnya. Mustahil kalau sampai bombardir meriam itu tak mampu menyikat habis mereka. Di bawah sana, serbuan pasukan infantri yang tadinya tersusun rapi kini menjadi mangsa meriam-meriam howitzer hingga kabur tercerai berai. Ketika Tanya mengkonfirmasi situasi melalui teropongnya, ia melihat akan buang-buang peluru kalau serangan diteruskan.

“Pusat Kontrol Norden, roger. Lanjutkan ke garis patroli kedua dan pandu pasukan artileri untuk menyerang pasukan infantri utama musuh.”

“Peri 08, roger. Laksanakan misi observasi di garis patroli kedua.”

Percakapannya yang datar-datar dengan Pusat Kontrol begitu bersih dari suara bising sampai-sampai Tanya berpikir sendiri, Aku tidak menyangka hubungan radio dapat bekerja begitu baik di dalam situasi pertempuran yang asli. Langit terlihat mendung sejauh matanya yang biru memandang, namun bukan berarti cuaca akan menghambat pengacau sinyal musuh. Namun level gangguan dapat dibilang begitu kecil sampai-sampai suara terdengar begitu “jelas”. Sinyalnya begitu jelas sampai-sampai rasanya begitu bodoh ia harus membawa radio set yang begitu besar yang diperintahkan untuk ia bawa kalau-kalau terjadi gangguan sinyal akibat tingginya kandungan mineral di wilayah Norden. Tanya terbang melintasi pasukan Aliansi Entente yang kabur tercerai berai dan merasa begitu keheranan ketika ia terbang maju untuk mengamati sisa-sisa pasukan cadangan musuh.

Sungguh, apa yang sebenarnya Aliansi Entente inginkan? Kalau mereka hanya ingin menjadi target latihan tembak, mereka hanya perlu bilang saja. Aku lebih memilih dengan sukarela maju bertempur daripada hanya mengobservasi kalau saja aku tahu kita sedang berurusan dengan serangan kelas teri dan bukan kelas kakap. Mereka yang bertugas menembakkan meriam dalam pertempuran memiliki pemandu dan kontrol atas udara, dan jika itu semua belumlah cukup, mereka mendapat bayaran untuk setiap target-target penting. Aku sungguh iri, aku hampir tidak bisa menahannya.

“Peri 08 kepada Pusat Kontrol Norden. Saya telah menuju posisi yang diperintahkan.”

“Pusat Kontrol Norden, roger. Kami melihatnya. Laporkan situasinya kepada pasukan artileri sekarang. Lanjutkan observasi terhadap titik ledakan.”

“Peri 08, roger. Melanjutkan observasi artileri sampai perintah berikutnya. Laporan diakhiri.”

“Pusat Kontrol Norden, roger.”

===***===

Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded